Selasa, 29 April 2008

mengarang yuuukkkkk


Agar Menulis – Mengarang Bisa GAMPANG


Untuk mendapatkan teknik-teknik menulis yang baik, anda perlu mendapatkan buku-buku lainnya yang membahas tentang itu.


1. Keterampilan Sekolah Dasar

Bisakah anda mengatakan kepada diri anda sendiri bahwa “saya pasti bisa mengarang, sebab mengarang adalah keterampilan

sekolah dasar?”

Pertama-tama ingin saya katakan bahwa keterampilan mengarang, entah itu karya fiksi (cerpen, novel, dsb) atau nonfiksi (artikel, buku, dsb), adalah keterampilan tingkat sekolah dasar. Artinya, saya berkeyakinan bahwa sampai batas tertentu SEMUA ORANG yang telah tamat SD bisa mengarang.

Apa yang ingin saya katakan dalam kesempatan ini adalah bahwa untuk bisa mengarang orang harus mulai dari keyakinan bahwa hal itu MEMANG BISA dilakukan, setidaknya bagi siapa saja yang sudah pernah duduk di sekolah dasar.

2. Visi dan Motivasi

Mengarang hanya bisa gampang kalau ada tujuan, visi dan sasaran yang membangkitkan motivasi juang.

Tentu saja orang bisa mengarang dengan tujuan sederhana untuk memperoleh uang, seperti yang mungkin menjadi motivasi sebagian besar wartawan media-media tertentu. Orang bisa menulis dengan tujuan memperoleh popularitas dalam tingkat tertentu. Orang bisa mengarang dengan maksud untuk menyenangkan atau memberikan kritik kepada pihak tertentu. Orang bisa juga mengarang untuk tujuan mempengaruhi pikiran pembacanya. Pendek kata orang bisa mengarang dengan seribu satu macam alasan, dan itu sah-sah saja.

Apapun tujuan anda, yang penting kenalilah hal itu, sebab mengarang hanya bisa gampang kalau ada tujuan, visi, sasaran yang membangkitkan motivasi juang. Tanpa itu, mengarang bisa jadi sangatlah sulit, sekalipu anda sudah tamat sekolah dasar.

3. Bersikap Rasional

Rajinlah mengunyah-ngunyah pertanyaan, dan anda akan mudah menemukan ide-ide yang bisa ditulis, sehingga mengarang bisa jadi gampang.

Bagi saya, mengarang adalah salah satu cara belajar. Banyak hal yang saya pelajari menjadi lebih kuat melekat dalam ingatan karena saya olah menjadi tulisan. Pada saat saya menulis, berbagai ide dan gagasan yang simpang siur harus mulai disusun secara sistematis agar dapat dipahami orang lain dengan baik. Proses penyusunan ide-ide itu akan membawa saya pada pengenalan akan ide-ide orang lain dan pendapat pribadi saya terhadap ide-ide tersebut. Lalu saya harus belajar menyusun argumentasi untuk menopang ide saya agar masuk akal (rasional). Dengan demikian, keterampilan mengarang sesungguhnya mengembangkan sikap rasional dalam diri si pengarang itu sendiri.

4. Sumber Ilham

Apa yang ingin saya katakanlah adalah bahwa mengarang bisa gampang kalau kita punya cinta. Segampang seorang remaja belia menulis puisi-puisi romatins ketika merasa “jatuh cinta”.

Ketika saya mulai mengarang artikel dan buku-buku, saya merasa sedang belajar mengekspresikan rasa cinta yang tumbuh di hati saya. Cinta itu terutama tertuju kepada bangsa ini, kepada orang-orang di sekitar saya, kepada segala sesuatu yang saya lihat, saya dengar, saya amati, dan saya pelajari. Saya pernah berkata, “saya sedang jatuh cinta kepada Indonesia” justru ketika negeri ini sedang dilanda krisis multidimensional (krisis dimulai pertengahan 1997 dan buku pertama saya diterbitkan September 1998).

Apakah anda punya cinta? Apakah anda mencintai hidup dan kehidupan? Apakah anda mencintai Tuhan? Apakah anda mencintai diri sendiri dan sesama? Apakah anda mencintai pekerjaan anda? Apakah anda mencintai mahluk-mahluk hidup dan benda-benda ciptaan Tuhan lainnya? Kalau ya, mengarang bisa gampang. Sebab cinta adalah sumber ilham yang tiada taranya.

5. Pemicu Ide

Pendek kata, pemicu ide ada di mana-mana. Yang dibutuhkan hanyalah suasana hati yang kondusif dan kebiasaan mengamati situasi sekitar.

6. Tiga N

Nah, bagi siapa saja yang baru tahap belajar mengarang, ingatlah pesan berikut ini: niteni (mengamati), nirokke (meniru), nambahi (menambahkan).

Tiga kata dalam bahasa Jawa itu diajarkan Mardjuki, seorang penulis kreatif yang cukup dikenal oleh para wartawan di Yogyakarta, saat melatih saya menulis berita dan menerbitkan media alternatif di tahun 1987.

Dari ajaran Mardjuki yang usianya pantas untuk menjadi ayah saya, dapat dipetik pelajaran bahwa menjadi “pengamat” saja tidak cukup untuk menjadi pengarang yang produktif.

7. Supernova

Mengarang bisa gampang kalau kita punya komitmen, kesungguhan hati, determinasi atau tekad bulat. Mengarang bisa gampang kalau kita punya keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi bahwa kita bisa. Mengarang bisa gampang kalau kita punya minat dan ambisi yang kuat untuk membuktikan sesuatu yang kita yakini sebagai “kebenaran” atau sekurang-kurangnya lebih dekat dengan “kebenaran” itu.

8. Komitmen

Jadi mengarang bisa gampang kalau ada komitmen, janji pada diri sendiri – tentu saja, kalau komitmen itu diniati untuk benar-benar ditepati.

Sederhananya, apa yang disebut komitmen dapat dipahami sebagai “janji pada diri sendiri”. Dan mengarang bisa gampang kalau kita mau berjanji pada diri sendiri bahwa “saya akan menulis dan terus menulis sampai menjadi penulis profesional”.

Kamis, 20 Maret 2008

Keluarga bahagia=Remaja bahagia

Keluarga Bahagia = Remaja Bahagia
18Jul 2005 By : Jagadnita Consulting

Hampir setiap hari, bisa kita lihat dan baca baik dari media televisi maupun media massa, banyaknya tindakan kriminal oleh remaja (mulai dari pengunaan narkoba sampai perkosaan) dilatar belakangi oleh masalah keluarga seperti kurangnya perhatian, kasih sayang, dan saling pengertian di antara remaja dan keluarga. dari sini kita bisa tarik benang merahnya, bahwa kondisi di dalam keluarga sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku remaja. ada hal-hal di dalam keluarga, seperti kasih sayang, pengertian, dan perhatian yang tidak bisa dibeli oleh materi, anggapan bahwa faktor ekonomi menentukan sikap dan perilaku remaja tidaklah sepenuhnya benar. remaja dari kondisi ekonomi keluarga yang cenderung menengah ke bawah tidak serta merta membuat si remaja menjadi sosok yang negatif, begitu pula sebaliknya, tidak selalu remaja dari keluarga dengan kondisi ekonomi berkecukupan mempunyai sikap dan perilaku yang lebih baik. Hal-hal seperti kebersamaan, saling terbuka, dan pengertian dirasakan lebih merupakan hal-hal yang berpengaruh dalam membentuk sikap dan perilaku remaja itu sendiri. maka dari itu diharapkan orang tua dapat memahami anak-anak mereka dalam bersikap dan berperilaku, sepatutnya orang tua memahami kebutuhan-kebutuhan remaja, bukan saja kebutuhan material, tetapi lebih berupa kebutuhan-kebutuhan psikologis seperti yang disebutkan di atas tadi. Banyak hal-hal yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk bisa memenuhi kebutuhan psikologis remaja-nya, ini bisa dimulai dari hal-hal paling sederhana yang biasa dilakukan sehari-hari di rumah, seperti makan bersama, sembari berbincang-bincang dengan si remaja, tanyakan bagaimana kondisi di sekolah-nya atau kulaih, jangan tanyakan hal-hal yang sifatnya memojokan si remaja, gulirkan topik-topik ringan sehingga akan tercipta suasana santai dan kebersamaan yang kuat diantara orang tua dan remaja.

arti cinta & sekz di klngan remaja

PENGERTIAN ARTI CINTA DAN SEKS PADA KALANGAN REMAJA

'Seks' - Berasal dari bahasa Inggris yang artinya adalah hubungan INTIM, saat ini seks bukan lagi sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan, bahkan pada saat, zaman, keadaan, waktu, dan juga revolusi pola pikir manusia tak jarang seks di jadikan sebagai gaya hidup (life style).

Sedangkan 'Cinta' - ada yang mengatakan adalah Anugrah yang diberikan oleh Allah S.W.T kepada makhluk hidup yang ada di dunia....

Nah pada Blog ini aku dan kawan kawan ingin sedikit melurus kan / memberikan opini serta sudut pandang yang aku lihat di kalangan Remaja saat ini...

Menurut pendapat yang diberikan oleh saudara Yanda Pratama & Rendy Krisnanto P. (Mahasiswa Universitas STIA BINA BANUA Banjarmasin), Seks dan Cinta terkadang terdapat perbedaan tapi tergantung satu sama lain.
Maksudnya adalah Cinta terkadang membutuhkan Seks, tapi lain dengan Seks karena Seks tidak terbiasa / terkadang tidak membutuhkan Cinta, dengan kata lain Seks hanya sering membutuhkan Nafsu saja..

Tapi menurut paqndangan aku tentang SEKS DAN CINTA adalah....

Keduanya memang meiliki perbedaan tetapi terdapat timbal balik di dalam nya....
jadi pada intinya ;

WANITA MEMBERIKAN SEKS UNTUK MENDAPATKAN CINTA, SEDANGKAN PRIA MEMBERIKAN CINTA UNTUK MENDAPATKAN SEKS....

ITULAH MENURUT PANDANGAN AKU TENTANG SEKS DAN CINTA PADA KALANGAN REMAJA SAAT INI...

Thanks For Attention....^_^

kenakalan remaja

Remaja sebagai tonggak bangsa merupakan salah satu penentu akan dibawa kemana Negara kita. Remaja merupakan calon calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang karena kepada merekalah kita akan memberikan tongkat estafet kepemimpinan Negara ini
Remaja tidak bisa lepas dari himpitan berbagai permasalahan yang akan mereka melakukan sesuatu yang terkadang menyeret mereka kepada perbuatan yang mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Kenakalan remaja merupakan suatu istilah yang kita ungkapkan untuk memberikan kelompok kepada perbuatan yang merugikan orang lain yang dilakukan oleh anak anak usia remaja.
Sering kita mengelus dada ketika kita melihat tayangan televisi pada saat ini, terutama tayangan semacam berita yang mengkhususkan pada bidang kejahatan, ketika kita melihat bahwa pelaku kejahatah sering terbukti masih remaja atau bahkan masih anak-anak yang seharusnya memakai seragam putih abu-abu atau bahkan mereka yang seharusnya masih berseragam putih biru
Dalam hukum hal ini sering disebut dengan kenakalan remaja, tentu kita akan bertanya bagaimana dampak perilakau mereka terhadap kehidupan pribadi mereka. Berbicara tentang kehidupan maka kita akan terbersit satu kata tentang kesehatan maka kita akan membahas bagaimana korelasi kenakalan remaja dengan kesehatan mereka.

REMAJA
Untuk memepermudah mengenali adanya kenakalan remaja dan korelasi dengan kesehatan alangkah baiknya apabila terlebih dahulu kita tahu bagaimana pengklasifikasian remaja. Mappiare mengatakan dalam bukunya psikologi remaja mengutip penuh Elizabeth B. Hurlock, menulis tentanga adanya sebelas masa rentang kehidupan :
1. Prenatal : Saat konsepsi sampai lahir
2. Neonatal : Lahir sampai minggu kedua setelah lahir
3. Masa bayi : Akhir minggu kedua sampai Akhir tahun kedua
4. Kanak-kanak Awal : Dua tahun sampai enam tahun
5. Kanak-kanak Akhir : Enam tahun sampai sepuluh atau sebelas tahun
6. Pubertas pra-adolesen : 10 atau 12 tahun sampai 12 atau 14 tahun
7. Remaja Awal : 13 atau 14 tahun sampai dengan 17 tahun
8. Remaja Akhir : 17 tahun sampai dengan 21 tahun
9. Dewasa Awal : 21 tahun sampai dengan 40 tahun
10. Setengah Baya : 40 tahun sampai dengan 60 tahun
11. Masa Tua : 60 tahun sampai dengan meninggal dunia
Dari pembagian rentang kehidupan diatas kita bisa mengelompokkan remaja dalam tahap 7 dan 8 sedangkan pubertas sebenarnya merupakan salah satu tanda akan masuknya seorang anak kedalam fase remaja.
Berdasarkan pengertian diatas maka kita mengelompokkan remaja sebagai anak yang berusia di bawah 21 tahun tetapi selain pemgertian diatas kita juga diwajibkan untuk menelaah pengertian remaja berdasar hukum karena berdasarkan pengertian sebelumnya yang mengelompokkan kenakalan remaja sebagai suatu perbuatan yang sebenarnya melanggar hukum, dalam hukum seseorang akan tidak lagi disebut remaja apabila mereka sudah menikah sebelum umur 21. apabila kita melihat dari sudut pandang hukum maka akan terlihat apabila kita menikah di bawah 21 tahun kita tidak lagi remaja tetapi dalam kesehatan kita masih tetap dianggap remaja dan pernikahan dibawah 21 tahun sangat rentan sekali terjadi gangguan kesehatan
Apabila kita mau lebih dalam menggali remaja maka kita akan menemukan bahwa sebenarnya mereka merupakan penggerak utama Negara ini maka apabila kita mampu untuk memberikan jalan bagi mereka yang terlanjur melakukan “Kenakalan” untuk kembali menjadi remaja yang berguna maka kita akan memperoleh banyak sekali bantuan untuk membangun Negara ini lebih baik

KENAKALAN REMAJA
Sudarsono, 1991 dalam bukunya Kenakalan remaja mengatakan Juvenille Delinquency secara estimologis dapat diartikan sebagai kejahatan anak, akan tetapi pengertian tersebut memberikan konotasi yang cenderung negative atau negative sama sekali. Atas pertimbangan yang lebih moderat dan mengingat kepentingan subyek, maka beberapa ilmuwan memberanikan diri untuk mengartikan Juvenille Delinquency sebagai kenakalan remaja
Psikolog Drs. Bimo Walgito merumuskan arti selengkapnya dari kenakalan remaja sebagai berikut : tiap perbuatan, jika perbuatan tersebut dilakukan oleh orang dewasa maka perbuatan tersebut merupakan kejahatan, jadi merupakan perbuatan yang melawan hukum, yang dilakaukan anak, khususnya anaka remaja
Dr Fuad hasan dalam B. simanjuntak juga memberikan definisi kenakalan remaja sebagai perbuatan anti social yang dilakukan anak remaja yang bilamana dilakukan orang dewasa dikualifikasikan sebagai kejahatan. Dari kedua pengertian diatas Sudarsana menarik benang merah diantara keduanya yaitu, kenakalan remaja adalah perbuatan atau kejahatan atau pelanggaran yang dilakukan oleh anak remaja yang bersifat melawan hukum anti social, anti susila dan menyalahi norma-norma agama.
Ada banyak sekali jenis kenakalan yang telah dilakukan remaja pada saat ini, oleh karena itu ada pengelompokkan kenakalan remaja di dalam seperti yang diungkapkan Sudarsono :
1. Kejahatan dengan kekerasan, termasuk didalamnya pembunuhan dan penganiayaan
2. Kejahatan Pencurian, baik itu pencuriana biasa maupun pencurian dengan pemberatan
3. Penggelapan
4. Penipuan
5. Pemerasan
6. Gelandangan
7. Pemerkosaan
8. Kejahatan Narkotika, termasuk didalamnya memakai dan mengedarkan narkotika
Melihat begitu banyaknya kenakalan remaja maka kita perlu mencegah agar remaja di sekitar kita tidak terlibat atau melakukannya

KESEHATAN
Membicarakan Kesehatan lebih komplek dari pada kita membicarakan rasa pedas atau musik dangdut, dari keduanya kita sering bisa memberikan definisi yang sama dengan beberapa orang. Apakah kita sudah mengetahui kesehatan itu sendiri? Sering kita menjawab tahu, dengan mengatakan bahwa sehat itu tidak sakit dan tidak cacat, akan tetapi apakah hanya itu yang disebut dengan kesehatan, organisasi WHO mencoba memberikan definisi dari kesehatan itu sendiri

“ Health is state of complete Physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity “

dari pengertian sehat dari WHO kita bisa menarik pengertian tersendiri bahwa orang kan bisa dikatakan sehat apabila mereka berada dalam keadaan yang sehat baik iti secara fisik, mental maupun social tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.
Dari pembahasan diatas akan menimbulkan apakah kita sudah bisa termasuk didalam golongan orang yang sehat?. Dari pengertian tersebut walaupun kita terbebas dari penyakit maupun kecacatan atau kelemahan kita belum tentu dikatakan sudah sehat tetapi kita harus melihat terlebih dahulu apakah sisi mental dan sosial kita sudah sehat.
Dari pengertian sehat dari WHO dingakatlah pengertian sehat di Indonesia dalam Undang-undang no 23 tahun 1992 yang mengatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan social yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara social dan ekonomi. Berdasar Undang-undang 23 tahun 1992 kesehatan mencakup 4 aspek yakni fisik (badan), mental (jiwa), social dan ekonomi.soekidjo dalam bukunya Pendidikan dan Perilaku Kesehatan menjabarkan indicator kesehatah berdasar 4 aspek tersebut.
1. Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang tidak merasa sakit dan secara klinis benar benar tidak sakit, semua organ tubuh normal dan berfungsi normal atau tidak ada gangguan fungsi tubuh
2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 hal yakni pikiran, emosional dan spiritual. Pikiran yang sehat terlihat dari cara pikir seseorang yang logis, emosional yang sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosionalnya missal, takut sedih atau gembira, spiritual yang baik terlihat dari praktek keagamaan seseorang, yakni kita bisa melaksanakan apa yang diajarkan dan menjauhi berbagai larangan
3. Kesehatan social terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain secara baik, atau mampu berinteraksi seseoranga atau kelompok lain tanpa meliht SARA, atau bisa terlihat dari sikap saling toleransi dan menghargai
4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat dari produktivitas seseorang, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatuyang dapat menyokong hidupnya atau keluarganya secara financial. Bagi anak remaja dan usia lanjut dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku, bagi mereka produktif disini dapat diartikan mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka misalnya, sekolah atau kuliah bagi anak atau remaja dan kegiatan keagaaan bagi usia lanjut

KENAKALAN REMAJA DAN KESEHATAN
Kenakalan dan kesehatan mungkin kita menganggap dua hal yang sangat jauh berhubungantetapi setelah kita mengetahui bagaimana pengertian kesehatan itu maka akan dibahas bagaimana kesehatan pelaku kenakalan remaja berdasarkan indicator dari sehat yang telah kita bahas di atas. Berdasarkan 4 aspek kesehatan (fisik, social, mental, dan ekonomi) secara garis besar bisa dikatakan bahwa pelaku kenakalan remaja tidak sehat meskipun mungkin tidak ditemukan penyakit maupun kecacatan dalam tubuh mereka, kita akan bahas sebagai berikut :
1. Kesehatan fisik, kenakalan remaja mengakibatkan tidak sehat pada segi fisik terutama pada mereka pelaku kejahatan narkotika, pemakaian narkotika pada manusia mengakibatkan banyak gangguan kesehatan seperti penurunan fungi saraf dan terganggunya banyak fungsi organ,
2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 hal yakni pikiran, emosional dan spiritual. Pikiran pada remaja yang melakukan kenakalan remaja dipastikan tidak sehat karena mereka sudah tidak bisa lagi berpikir logis yang ada dalam pikiran mereka hanya kesenangan pribadi mereka. Secara emosional mungkin mereka masih sehat tetapi pada pengguna narkoba sering tidak bisa mengekpresikan emosional mereka sehingga bisa dikatakan mereka tidak lagi sehat secara emosional. Sehat secara spiritual bisa dilihat dengan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, melihat pengertian tersebut kenakalan remaja termasuk perilaku tidak sehat karena tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk melakukan kejahatan.
3. Kesehatan social terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain secara baik, atau mampu berinteraksi seseoranga atau kelompok lain tanpa meliht SARA, atau bisa terlihat dari sikap saling toleransi dan menghargai. Dari pengertian tersebut kenakalan remaja sudah tidak bisa memenuhi criteria sehat karena kenakalan remaja selalau mengakibatkan keresahan pada orang lain, bahkan terkadang mengakibatkan kerugian di masyarakat.
4. Kesehatan ekonomi terlihat dari mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka misalnya, sekolah atau kuliah bagi anak atau remaja, bisa dipastikan perilaku kenakalan pada remaja tidak berguna bagi kehidupan mereka maka kenakalan remaja juga tidak sehat dari segi ekonomi

PENUTUP
Kenakalan remaja merupakan perilaku yang tidak sehat baik dari segi fisik, mental, social dan ekonomi. Bagaimana Negara ini di masa akan datang apabila mereka remaja pada saat ini sudah tidak sehat semua, padahal mereka adalah pemimpin di masa datang.
Pencegahan kenakalan remaja lebih efektif dan efisien daripada kita mengobati, meskipun kita juga harus menyembuhkan remaja yang sudah terlanjur melakukan kenakalan, pencegahan akan berjalan dengan baik apabila ada sinergi dari pemerintah sebagai penentu kebijakan, institusi pendidikan dimana mereka belajar dan lingkungan keluarga

rawat lingkunganmu donggg...

Pencemaran Lingkungan Kamis, 20 Maret 2008

Motivasi

Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.

Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.

Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

@



Sumber Pencemar

Pencemar datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air dan tanah dengan berbagai cara. Pencemar udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industi, dan pembakaran sampah. Pencemar udara dapat pula berasal dari aktivitas gunung berapi.

Pencemaran sungai dan air tanah terutama dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian. Limbah cair domestik terutama berupa BOD, COD, dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat organik, dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan fosfat.



sumber foto : www








Proses Pencemaran

Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.

Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.

Langkah Penyelesaian

Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle).

Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya.

Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain.

Sabtu, 08 Maret 2008

global warming

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.