Sabtu, 08 Maret 2008

global warming

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

10 komentar:

dian mengatakan...

cemangat yo....................

masuk donk yank mengatakan...

emang masalah global warming bikin sebel.klo ga bisa di tanganin,di kakiin ja

ye2n_moshi-moshi ^_^ mengatakan...

...dah tak comment lo yow...ngomongin soal global warning emang g ada hbs2ny gitu terus dr dulu,mgkn br ditnganin klo bumi dah bnr2 ancur kali ye??? cruut^_^

Anonim mengatakan...

Sep crut artikelnya panjang banget seeh...Aq ga' paham.Btw anywe buswe tu hallooween mirip ma yang punya blog ya^_^

emo girls mengatakan...

wah mbak sep blogermu top abieeessss!

Argeeta mengatakan...

onde mande,simbah mung iso nambahi pangestu

Emboh yo.....?? mengatakan...

yo gk pa2 sekali-kali panas, kan klo banyak keringat bisa buat diet..pengen dingin yo beli kipas angin or AC

ananta mengatakan...

Selalu jangan berputus asa dan tetaplah berdoa

c@_poenk mengatakan...

artikelnya menarik bet jeng......

cah ayu dw.. mengatakan...

"septa..., kasi' komen ke posting-q yang baru y!?"